KONSEP KELUARGA SAKINAH, MAWADDAH WA RAHMAH DALAM AL QUR’AN

HADIRIN MA’ASYROL MUSLIMIN ROHIMAKUMULLAH,

Keluarga adalah jiwa dan tulang punggung suatu negara, kesejahteraan lahir batin yang dialaminya adalah cerminan dari situasi keluarga yang hidup ditengah-tengah masyarakat negara itu sendiri.demikian sebahagian ungkapan Qurais Syihab dalam Membumikan Al-Qur’an.

Dengan demikian, jika kita menginginkan tercipta Baldatun Thayyibatun, landasan yang harus kita bangun adalah masyarakat marhamah, pondasi yang harus kita bangun untuk membentuk masyarakat yang marhamah adalah keluarga sakinah, sedangkan pilar yang harus ditegakan untuk mewujudkan keluarga sakinah adalah aqidah, mawaddah, dan rahmah. Dengan figur seorang ayah yang bijaksana dan berwibawa. Dengan fropil seorang ibu yang penyantun, lembut dan bisa mendidik serta membesarkan anak-anaknya dengan penuh buaian kasih sayang. Inilah yang dimaksud dengan: البيت مدرسة الأولى keluarga adalah sekolah yang paling utama dan pertama.

Namun hadirin, dengan masuknya paham hedonisme, ternyata telah menggusur dan menggeser cita-cita keluarga sakinah menjadi “a mere overnight parking place, mainty for sex relationships”, keluarga hanya tempat pesinggahan di malam hari, terutama untuk hubungan sex, demikian menurut Pitirin Sorokin.

Memperhatikan permasalahan keluarga tersebut, pada kesempatan yang baik ini kita akan membahas “Konsep Keluarga Sakinah, Mawaddah Dan Rahmah Dalam Al-Qur’an” dengan rujukan surat ar-rum ayat 21:

وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ {٢١}

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

 

HADIRIN RAHIMAKUMULLAH,

Firman Allah tadi merupakan khobar atau informasi kepada kita mengenai salah satu keagungan kebesaran Allah adalah diciptakanya manusia secara jenis kelamin berpasang-pasangan dengan tujuan agar membentuk keluarga sakinah, sedangkan modal yang Allah berikan untuk mewujudkan cita-cita tersebut adalah mawaddah warohmah.

Hadirin, apakah mawaddah dan apakah rohmah dalam kontek ayat tersebut? Mari kita kaji lebih mendalam, mawaddah menurut Ibrahim Al-Biqa’i sebagai mana disitir oleh Quraisy Shihab dalam Wawasan Al-Qur’an adalah cinta plus yang tidak ditanggapi keburukan baik lahir maupun batin. Sedangkan menurut Ibnu Abbas dalam Tanwirul Miqbas yang dimaksud mawaddah : حب الرجل امرأته cintanya seorang suami terhadap istrinya.sedangakan yang dimaksud dengan rahmah: شفقة عليها ان يصيب بالسوء adalah kasih sayang suami karnra takut menimpa keburukan terhadapnya.dengan demikian antara suami dan istri saling mengisi dan melengkapi.inilah yang dinamakan kemitrasejajaran antara suami dan istri yang bisa merekat keluarga akan semakin harmoni.dalam ayat lain diistilahkan dengan:

هن لباس لكم وانتم لباس لهن

Hadirin, dua modal dasar inilah yang akan menimbulkan kekuatan baik lahir maupun batin bagi pasangan suami dan istri untuk mendayung bahtera rumah tangga sampai kepulau kebahagiaan nan kekal abadi. Sebagai mana Syekh Mustofa Al-Maraghi dalam tafsir Al-Maraghi menjelaskan: لتدوم الحياة المنزلية على اتم النظام agar kekal kehidupan keluarga diatas kesempurnaan norma-norma yang berlaku.

Hadirin, namun apakah potret kehidupan keluarga pada zaman sekarang sudah sesuai dengan konsep ideal keluarga seperti pada ayat tadi? Kita perhatikan, secara jujur kita tidak mungkin menutup mata dari kasus demi kasus yang terungkap ternyata telah mencermikan kehancuran moral yang berangkat dari kesenjangan keluarga. Ada anak yang membunuh kedua orang tuanya sendiri, ada ayah yang memperkosa anak kandungnya sendiri, ada ibu kandung yang menjual anak gadisnya ke mucikari bahkan dizaman sekarang ini khususnya dikota-kota besar bermunculan istri-istri selingkuh dan tak lupa bermunculan pula pria-pria yang nyeleweng. Bahkan menurut data terkhir bahwa dikota-kota besar, kalau ada tiga orang peria maka dua orang diantranya pernah nyeleweng.mudah-mudahan yang hadir disini termasuk satu orang peria yang tidak nyeleweng, Amin.

Hadirin, seorang ayah sebagai kepala rumah tangga punya tanggung jawab baik di dunia ini lebih-lebih dihadapan Allah diakherat kelak. Allah SWT berfirman dalam surat At-Tahrim ayat 6:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ {٦}

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

 

HADIRIN MA’ASYRAL MUSLIMIN ROKHIMAKUMULLAH,

Demikian penegasan allah tentang membina keluarga dengan redaksi kalimat amar atau perintah yang terangkai pada kalimat قوا انفسكم واهليكم mewajibkan kepada kita agar bisa menjaga diri dan ahli ahli kita dari api neraka. Baik neraka dunia, ataupun neraka akherat. Lalu siapakah ahli dalam ayat tadi? para ahli tafsir bersepakat yang dimaksud ahli dalam ayat tersebut adalah anak dan isteri.

Hadirin, ketika turun ayat ini Umar bin Khotab bertanya kepada baginda Rasulallah

saw:

نقى انفسنا وكيف باهلنا

Ya Rasulallah, kami talah menjaga diri kami masing-masing tapi bagaimankah menjaga ahli kami ?” Rasulullah menjawab :

تنهونهم عما نها كم الله وتأمرونهم بما امر الله

Kamu larang mereka terhadap hal-hal yang dilarang allah kepadamu, dan suruh mereka terhadap hal-hal yang diperintahkan Allah kepadamu, dan kamu suruh mereka terhadap hal-hal yang diperintahkan allah kepadamu“.

 

Atas dasar jawaban rasul tersebut maka munculah kewajiban suami isteri . apa kewajiban suami hak istri? Pertama, ان تطعمها اذا اطعمت kewajiban memberi pangan. Kedua, وتكسوها اذا كسبت memberi pakaian atau sandang. Ketiga, memberi perlindungan sekaligus menjunjung harga diri sang istri. Sebagaimana sabda Nabi :

ولا تضرب الوجه ولا تقبح ولا تهجر إلا فى البيت

( Kalau marah ) Jangan memukul muka, jangan menghina isteri dan kalau kesal jangan berpisah kecuali tetap dalam satu rumah.“ ( Al-Hadist ).

 

Kemudian apa kewajiban isteri hak suami? tergambar dalam sebuah hadist:

خير النساء امرأة اذا نظرت عليها سرتك واذا امرتها اطاعتك واذا غبت عنها حافظتك من مالك ونفسها

sebaik-baik wanita adalah seorang istri apabila kau memandanginya, ia mengembirakan, apabila kau perintah dia taat dan apabila kau tidak ada dirumah ia pandai menjaga diri dan harta suaminya.

 

Hadirin, melihat seorang istri yang sholehah seperti ini, sepertinya bapak-bapak yang sudah menikah pun ingin menikah kembali. Apabila kewajiban bersama telah ditunaikan serta dirasakan oleh suami dan istri, maka keluarga sakinah dihiasi dengan aksesoris اولاده ابرار putri-putri yang baik sebagai, ثمرة القلوب dambaan keluarga permata jiwa, belahan hati dan buah jantung.

Hadirin yang berbahagia, dari uraian ini dapat kita ambil kesimpulan bahwa dengan membina keluarga sakinah berarti membina keluarga bahagia sejahtera, terpenuhinya aspek kebutuhan lahir batin, terlaksananya hak dan kewajiban suami dan istri yang dapat memancarkan cahaya norma-norma agama. Sehingga pada gilirannya dari setiap anggota keluarga mampu berkata “Baiti Jannati”, rumah tanggaku ibarat surgaku.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

About Mesjid Al Fithroh

Villa Bekasi Indah 2 Blok F - RW 046 Desa Sumber Jaya Tambun Selatan Bekasi - Indonesia

Posted on 28 Juni 2011, in Sosial dan Keagamaan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: